Tugas Individu : Membuat Kreativitas Melalui Stimulus yang Diberikan


.



Stimulus yang diberikan:
1.      Satu buah sertifikat
2.      satu buah kertas HVS
3.      Satu buah kertas segiempat memanjang

Produk yang dihasilkan adalah selembaran brosur dan secetak gambar yang tentang peran listrik dalam kehidupan kita dan bagaimana pentingnya listrik dalam kehidupan kita sehari-hari.
Dilembaran kertas HVS berisi tentang brosur pengenalan kegunaan listrik dan pentingnya listrik dikehidupan kita sehari-hari. 



 Sedangkan dilembar kertas segi empat memanjang terdapat gambaran tentang dampak   penggunaan listrik yang berlebihan.



Tujuan dari produk ini adalah, menyampaikan kepada masyarakat agar lebih hemat dalam menggunakan listrik dan tidak menggunakannya secara boros karena dampak penggunaan listrik yang berlebihan menyebabkan efek yang panjang dan berbahaya .

Uraian Dengan Teori B.F Skinner
Berdasarkan teori Skinner mengenai tentang Reinforcement  (penguat). ada 3 jenis klasifikasi penguatan : yaitu
1.      penguat primer, penguat yang dalam kondisi tepat dapat meningkatkan frekuensi perilaku tanpa pelatihan,  penguat sekunder, dikondisikan akan mendapat kekuatan peguatan melalui asosiasi dengan kejadian yang telah berfungsi sebagai penguat.
2.      penguat umum, penguat yang berfungsi dalam berbagai macam situasi.
3.      penguatan positif dan negative, cara konsekuensi penguatan berfungsi.

Dilihat dari jenisnya, maka penguaan yang diberikan untuk stimulus ini adalah penguatan umum dan penguatan positive. dalam hal ini stimulus yang diberikan dapat diberi pada berbagai macam situasi dan kondisi tergantung ingin memperkuat perilaku yang bagaimana. dan situasi yang ada tersebut termasuk lingkungan yang dimanipulasi fisik yang sukses, dan menghasilkan perilaku ataupun respon yang diharapkan. dalam hal ini stimulus diberi untuk menghasilkan respon yang diinginkan (kreatif, inovatif, dan produktif).
Sementara pada penguatan positifnya maka stimulus yang diberikan mungkin awalnya terasa menyulitkan, namun lama kelamaan mulai terlihat menyenangkan mana kala setiap individu melihat hasil dari respon yang terjadi.  awalnya mungkin peserta bingung dengan stimulus yang diberi dan tidak tahu akan berbuat apa, namun lama-kelamaan akan terjadi proses belajar dimana individu mulai berfikir kreatif dan cepat dalam menghasilkan produk yang diinginkan.
Sebagian besar manfaat dari stimulus yang diberikan tadi menghasilkan efek yang baik bagi peserta dan memperkuat prilaku positif yang diharapkan akan tetap muncul kapanpun dan dimanapun.


TUGAS INDIVIDU : PENGALAMAN PRIBADI DAN URAIAN TEORI B.F. SKINNER


.


Pengalaman Pribadi

Kuliah semester-semester awal merupakan kuliah yang tidak terlalu banyak beban, masih terasa bebas dan tidak jarang mahasiswa/I bermalas-malasan. Demikiannya juga dengan saya dan beberapa teman saya. kami juga merasa semester-semester awal kuliah merupakan hal yang menyenangkan, karena belum terlalu banyak tugas dan tidak menguras otak.  Hal itu yang membuat terkadang saya dan mungkin juga beberapa teman saya jarang belajar dirumah ataupun membaca buku-buku perkuliahan kami.
Sampai pada di pertengahan semester kami mulai menghadapi mata kuliah wajib dan dasar yang diajar oleh beberapa dosen yang terkenal killer, keras dan lain sebagainya. Beberapa dosen dimata kuliah ini sering sekali memberikan kuis tiba-tiba ataupun mengajukan pertanyaan individual secara lisan dikelas dan bahkan ada yang setiap masuk kuliah wajib membuat resume pembahasan pelajaran hari itu.
Saya yang diawal-awal semester masih terlalu santai, tidak pernah baca buku maupun belajar dirumah sebelumnya. ketika masuk dikelas dengan kondisi dosen yang tiba-tiba member kuis mendadak ataupun pertanyaan langsung ke pada saya diawal kuliah, langsung syok dan kaget.  Saya pernah sampai diusir dari kelas karena tidak bisa menjawab pertanyaan dosen dan mendapat nilai jelek di hasil Kuis saya.
Mau tidak mau, suka ataupun tidak suka kondisi ini membuat saya harus setiap malam membaca dan belajar pelajaran untuk besok dikelas tersebut agar ketika diberi kuis mendadak ataupun pertanyaan tiba-tiba saya bisa menjawabnya.  Walaupun kuis dan pertanyaan lisan itu tidak selalu diberikan setiap saat perkuliahan namun karena dosen tersebut ketika member kuis ataupun pertanyaan selalu tiba-tiba maka saya harus selalu waspada dan tiap malam tetap membaca agar ketika tiba-tiba kuis dan pertayaan lisan saya bisa.
Awalnya memang saya melakukan ini semata-mata karena takut tiba-tiba diadakan kuis mendadak dimata kuliah tersebut namun karena keseringan saya membaca buku membuat walaupun tidak ada kuis ataupun tidak ada pertanyaan lisan, saya akan tetap selalu baca buku yang akan dipelajari besok.

Analisis dengan Teori B.F.Skinner

Pada teori Skinner dapat kita jumpai dalam proses belajar yaitu reinforcement positif dan negatif serta punishment. Dalam hal ini pengalaman yang saya alami termasuk pemberian reinforcement negative. Dimana perilaku yang diharapkan yaitu belajar, mahasiswa/I diharapkan selalu belajar setiap malam dirumah agar lebih menguasai materi perkuliahan.
Menurut Skinner adanya pemberian reinforcement negative terhadap suatu prilaku agar prilaku yang diharapkan menetap dan terjadi sesuai harapan.  Teori Skinner dalam proses belajar mengharapkan adanya pembentukan prilaku yang menetap. Prosedur dari penguatan pertama memperkuat respons yang hanya sedikit mirip dengan respons yang diharapkan, kemudian memperkuat respons yang hanya memperbaiki respons. pembentukan adalah efektif karena ia sensitif terhadap sifat dari tindakan yang kompleks dan berkelanjutan dan ia mengilustrasikan kegunaan dari pembentukan prilaku yang kompleks oleh proses berkelajutan dari penguatan diferential.
Jadwal pemberian reinforcement juga memberikan kontribusi yang cukup penting bagi pembentukan prilaku. dari cerita diatas maka jadwal reinforcement yang diberikan yaitu variable –rasio. . yang pada mulanya penguatan sering diberikan tetapi kemudian pelan-pelan dikurangi. Jadwal variable-rasio berguna karena ia mencegah hilangnya perilaku ketika penguatan sering jarang. Perilaku belajar yang diharapkan muncul, akhirnya bisa tetap terjadi akibat adanya reinforcement negative yang sering dilakukan.  

TUGAS KELOMPOK: Sinopsis Dan Analisis Film Kinky Boots (2005)


.


Film ini berasal dari kisah nyata, tentang awal mula terbuatnya sepatu boots ber-heels tinggi yang kuat dan dibuat khusus untuk Pria-wanita (kaum transgender).  berkisah tentang sebuah pabrik sepatu yang dibangun dari 4 generasi sebelumnya bernama “prince shoes”.pabrik sepatu ini pada awalnya khusus membuat sepatu laki-laki yang kuat dan dijamin bisa dipakai seumur hidup, dan sepatu buatan pabrik ini sangat terkenal kala itu. adalah seorang pemuda bernama Charlie prince yang merupakan generasi ke 4, ia yang nantinya akan mewarisi pabrik sepatu itu. Charlie sebenarnya tidak terlalu menyukai usaha dan bisnis yang merupakan turunan dari kakek buyutnya itu.  Ia lebih tertarik pada bidang lain. sampai suatu hari ayahnya meninggal dan akhirnya ia yang harus meneruskan perusahaan tersebut. namun malangnya nasib Charlie bahwa perusahaan sepatu yang ditinggal ayahnya itu sebenarnya hampir bangkrut karena persaingan pasar yang tidak lagi membutuhkan sepatu kuat namun juga fashion yang terbaru. keadaan ini sempat membuat Charlie putus asa dan memecat beberapa karyawan perusahaan karena perusahaan yang hampir bangkrut. singkat cerita akhirnya Charlie bertemu dengan seorang penyanyi club malam yang merupakan pria yang berpenampilan wanita (banci) bernama Lola. Lola merupakan pria kulit hitam yang bertransformasi menjadi wanita karena tidak nyamanan sebagai pria. Lola bekerja sebagai penyanyi club malam yang di clubnya tersebut selalu didatangi oleh orang-orang yang bernasib dan berpenampilan seperti ia. 
Lola mengeluhkan bahwa sepatu wanita yang dipakainya sering rusak dan tidak nyaman untuk digunakan sebab ukuran badannya yang rata-rata pria menggunakan sepatu heels yang dipakai berat rata-rata wanita. akhirnya Charlie mendapat ide untuk memproduksi sepatu boots berheels tinggi namun kuat untuk bahkan dipakai seorang pria dalam waktu lama,  dibantu salah satu pegawai wanitanya meminta bantuan Lola untuk mengerjakan  proyek mereka tersebut. Charlie berpendapat bahwa sepatu buatannya itu akan mampu bersaing dan tampil di Fashion show di Milan.
Saat menjalani proses produksi banyak rintangan yang hadapi Charlie , pertama mulai dari tunangannya yang tidak setuju ia tetap menjalani perusahaan tersebut dan menyarankan kepada Charlie untuk segera menjual perusahaan itu kepada orang lain. Kedua, Charlie juga terhalang dana untuk proses produksi dan biaya keperluan mereka di Milan sehingga ia harus mengadaikan rumahnya untuk mendapatkan biaya untuk keperluan semuanya. ketiga,  mendapatkan kendala tentang produk sepatu yang dibuat oleh karyawannya tidak sesuai bagus dan tidak sesuai dengan keinginannya. 
Namun berkat usaha, kerja keras dan kekompakan antara Charlie, Lola dan seluruh pegawai perusahaan akhirnya Charlie berhasil memproduksi sepatu yang akan ditampilkan di Milan. rencananya yang akan memperagakan sepatu boots buatan Charlie adalah Lola dan beberapa teman-teman Lola. namun sehari menjelang keberangkatan Charlie mendapati bahwa tunangannya berselingkuh dan meninggalkannya. suasana buruk hati Charlie berujung pada pertengkarannya dengan Lola yang membuat lola meninggalkan Charlie dan tidak ikut ke Milan. 
Charlie dan beberapa pegawainya tetap pergi ke Milan untuk launching sepatu buatan perusahaannya, namun ia tidak tahu siapa yang akan menjadi model untuk peragaan sepatunya. sehingga Charlie memutuskan ia sendiri yang akan menjadi model sepatu tersebut. namun malangnya Charlie yang tidak biasa menggunakan sepatu berheels tinggi akhirnya terjatuh dan mempermalukan dirinya sendiri didepan semua penonton. hingga tiba-tiba muncul dari belakang panggung Lola dan beberapa model lainnya dengan memakai sepatu Charlie unjuk kebolehan menjadi model.  suasana yang tadinya tegang dan sangat tidak nyaman berubah menjadi meriah dan penuh warna karena penampilan lola dan teman-temannya yang memperagakan sepatu boots berheels tinggi buatan Charlie. 
        Akhirnya Charlie bisa kembali mendirikan perusahaannya dan menyelamatkan perusahaan itu dari kebangkrutan dan Charlie sangat berterima kasih kepada Lola dan segenap para pegawainya yang telah membantu proses produksi dan sepatu-sepatu boots yang diberi nama “Kinky Boots” itu dapat dijual kepasaran dan bisa diterima pasar.

URAIAN FILM DENGAN TEORI-TEORI BELAJAR AWAL 
1.      Berdasarkan teori Gestalt
Cerita film “kinky boots” ini bisa ditelaah berdasarkan teori gestalt, yaitu disaat Charlie merasa tidak tertarik melanjutkan usaha turun temurun dari ayahnya, namun setelah dia melihat seorang penyanyi club malam yang merupakan pria yang berpenampilan wanita akhirnya dia memutuskan untuk melanjutkan usaha ayahnya namun dengan inovasi baru yaitu sepatu boots wanita yang bisa digunakan pria dengan nyaman. Hal ini sejalan dengan teori gestalt dimana Charlie memahami aspek lingkungan (bahwa ada pria menggunakan sepatu boots wanita) dan merespon aspek tersebut (membuat sepatu yang wanita yang nyaman untuk dipakai pria).
2.      Berdasarkan teori Skinner
Dalam hal ini, teori Skinner sangat berpengaruh dalam kehidupan Charlie. Perusahaan ayahnya yang diwariskan kepadanya hampir bangkrut. Hal ini dikarenakan perusahaan sepatunya memiliki model yang telah termakan zaman. Sehingga mau tidak mau ia harus mencari cara agar perusahaan tersebut tidak terbenam dalam kebangkrutan. Berbagai daya upaya ia lakukan demi menyelamatkan perusahaan tersebut. Berdasarkan kisah diatas, hal ini sejalan dengan teori Skinner dalam hal reinforcement negatif. Dimana perusahaan yang hampir bangkrut (reinforcement negatif) telah menjadikannya pribadi yang luar biasa yang memiliki inovasi-inovasi dalam menyelamatkannya. Awalnya sebelum reinforcement negatif terjadi, Charlie merasa dirinya adalah seorang manusia yang tidak ada apa-apanya. Sehingga reinforcement negatif tersebut mengubahnya menjadi pribadi yang ulet.

Hasil Diskusi Kelompok Terhadap Bab 2


.



TEORI-TEORI BELAJAR AWAL
No
Teori
Uraian
1
Behaviorisme (John Watson)
Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.
Asumsi Dasar Behaviorisme :
-          Perilaku yang diamati
-          Perilaku harus dipelajari melalui elemenya yang paling sederhana
-          Proses belajar adalah perubahan Behavioral. Suatu respons khusus terasosiasikan dengan kejadian dari suatu stimulus khusus, dan terjadi dalam kehadirin stimulus khusus.
2
Pengkondisian Klasik (Pavlov)
Teori ini dikembangkan oleh Ivan Pavlov. Dia mempelajari bagaimana anjing percobaannya menjadi terkondisi untuk berliur walau tanpa makanan. Dari eksperimen tersebut Pavlov menarik kesimpulan bahwa dalam diri anjing akan terjadi pengkondisian selektif berdasar atas penguatan selektif. Anjing dapat membedakan stimulus yang disertai dengan penguatan dan stimulus yang tidak disertai dengan penguatan.
Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :
ü  Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer), maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat.
ü  Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer, maka kekuatannya akan menurun.
3
Gestalt (Max Wertheimer)
      Max Wertheimer merupakan seorang pendiri psikologi Gestalt. Pertanyaan yang mendasari Gestalt adalah bagaimana individu secara psikologis memandang lingkungan aktual. Teori gestalt memantapkan studi eksperemental atas persepsi dan psikologi sosial.
        Psikologi Gestalt adalah suatu aliran psikologi yang mempelajari suatu gejala sebagai suatu keseluruhan atau totalitas. Data-data dalam psikologi gestalt disebut phenomena (gejala), sebab dalam suatu gejala terdapat dua unsur yakni objek dan arti. Objek adalah sesuatu yang dapat dideskripsikan setelah objek tersebut ditangkap oleh indra. Pada objek tersebut kiata akan memberikan arti dan sekaligus kita mendapatkan suatu informasi dari objek tersebut.
4
Koneksionisme
( Edward Thorndike)
Teori belajar koneksionisme adalah teori yang ditemukan dan dikembangkan oleh Edward Lee Thorndike (1874-1949) berdasarkan yang ia lakukan pada tahun 1890-an. Eksperimen Thorndike menggunakan hawan-hewan terutama, kucing untuk mengetahui fenomena-fenomena belajar . Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus  yaitu apa saja dapat merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan atau hal-hal lain yang dapat diterapkan melalui alat indera. Dari definisi belajar tersebut menurut Thorndike perubahan tingkah laku akibat dari kegiatan belajar dapat berwujud kongkrit yaitu yang dapat diamati. 
Hukum-hukum  belajar Thorndike, diantaranya:
a.     Law of Effect; artinya bahwa jika sebuah respons  menghasilkan efek yang memuaskan, maka hubungan Stimulus - Respons akan semakin kuat. Sebaliknya, semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons, maka semakin lemah pula  hubungan  yang terjadi antara Stimulus- Respons.
b.      Law of Readiness; artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit), dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.
c.      Law of Exercise; artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat, jika sering dilatih dan akan  semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih.


Perbandingan Behaviorisme dan Teori Gestalt :
Karekteristik utama
Behaviorisme
Teori Gestalt
Asumsi dasar
a.      Perilaku yang dapat di amati, bukan even sadar atau mental, harus dipelajari.
b.      Belajar adalah perubahan
c.       Hubungan antara stimuli dan respons harus dipelajari
Individu bereaksi kepada sebuah kesatuan, karena itu, pembelajaran adalah organisasi dan reorganisasi bidang sendoris. Kesatuan tersebut memiliki properti baru yang berbeda dari yang ada pada elemen tersebut.
Eksperimen umum
Trial and error
Respon emosional
Mengorganisasikan kembali: subjek ditempatkan dalam situasi yang mensyaratkan restrukriasasi bagi solusi.
Formula belajar
Stimulus-respons- imbalan
Respon emosional :
Stimulus 1
Stimulus 2
Konstelasi stimuli-organisasi- reaksi

-          Aplikasi pendidikan :
Belajar menurut Behaviorisme adalah perubahan perilaku dan mengindentifikasi stimuli dan respon spespik sebagai fokus research. Sedangkan belajar menurut psikologi Gestalt adalah ketika seseorang merespon stimuli yang terorganisasi dan persepsi persepsi perorangan adalah faktor penting untuk memecahkan masalah.
-          Behaviorisme
o   Pengkondisian klasik menunjukkan penjajaran stimuli dapat menghubungkan reaksi terhadap stimuli baru, pengkondisian klasik juga membahas aspek-aspek dan situasi sehari-hari.
o   Koneksionisme Thorndike meriset perilaku mandiri atau sukarela dengan mengaplikasikan prinsip asosiasi.
-          Psikologi Gestalt
Isu didalam psikologi Gestalt dalam masalah pendidikan tentang soal makna, pemahaman, dan wawasan yang merupakan karekteristik manusia dalam pengaplikasian persektif Gestalt dikelas terdapat kesulitan yaitu kurangnya prinsip yang terdefenisikan dengan jelas. Priset Gestalt memberikan saran untuk pembelajaran memecahkan masalah :
o   Buat tugas belajar atau beri masalah dalam situasi yang konkrit dan aktual.
o   Asistensi selama pemecahan masalah tidak boleh berupa prosesdur berupa pengulangan atau peniruan.
Masing-masing persepektif berusaha mengembangkan satu teori komperehensif yan nantinya menjelaskan semua tentang belajar.

Wise Words

Education is what remains after one has forgotten what one has learned in school - Albert Einstein

Do you want sharing with me..

let's coment my blog.. hehehehe ^^

About Author

Thank you for your attention..

Pages